Selasa, 29 November 2011

Permasalahan dalam Organisasi Partai Demokrat


LATAR BELAKANG & PERMASALAHAN




Kemajuan-kemajuan di bidang teknologi dan sosial budaya mendorong perkembangan berbagai aspek kehidupan manusia diantaranya dalam berkumpul dan hidup berkelompok. Sebagai suatu bentuk kumpulan manusia dengan ikatanikatan tertentu atau syarat-syarat tertentu, maka organisasi telah pula berkembang dalam berbagai aspek termasuk ukuran dan kompleksitas.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana dalam mengembangkan kemampuan organisasi dalam kehidupan yang selalu berubah , sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang nantinya harus dijalankan oleh seluruh anggota yang terlibat dalam organisasi tersebut. Pengembangan organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian individu akan pertumbuhan dan perkembangan keorganisasian.
Semakin besar ukuran suatu organisasi semakin cenderung menjadi kompleks keadaannya. Kompleksitas ini menyangkut berbagai hal seperti kompleksitas alur informasi, kompleksitas komunikasi, kompleksitas pembuat keputusan, kompleksitas pendelegasian wewenang dan sebagainya. Kompleksitas lain adalah sehubungan dengan sumber daya manusia. Seperti kita ketahui bahwa sehubungan dengan sumber daya manusia ini dapat diidentifikasi pula berbagai kompleksitas seperti kompleksitas jabatan, kompleksitas tugas, kompleksitas kedudukan dan status, kompleksitas hak dan wewenang dan lain-lain. Kompleksitas ini dapat merupakan sumber potensial untuk timbulnya konflik/permasalahan dalam organisasi, terutama konflik yang berasal dari sumber daya manusia, dimana dengan berbagai latar belakang yang berbeda tentu mempunyai tujuan yang berbeda pula dalam tujuan dan motivasi mereka dalam bekerja. Seorang pimpinan yang ingin memajukan organisasinya, harus memahami faktorfaktor apa saja yang menyebabkan timbulnya konflik, baik konflik di dalam individu maupun konflik antar perorangan dan konflik di dalam kelompok dan konflik antar kelompok. Pemahaman faktor-faktor tersebut akan lebih memudahkan tugasnya dalam hal menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dan menyalurkannya ke arah perkembangan yang positif. Konfilk merupakan sikap saling mempertahankan diri di antara dua kelompok atau lebih yang memiliki cara pandang dan tujuan yang berbeda.
Pada penulisan makalah kali ini saya akan mengangkat isu-isu masalah yang terjadi dalam salah satu organisasi partai politik yaitu , Partai Demokrat. Salah satu nya yang belum lama terjadi adalah konflik yang terjadi di partai demokrat tentang kasus penyuapan yang melibatkan  Bendahara umum partai democrat yaitu Nazaruddin & Ketua umumnya yaitu Anas Urbaningrum . Awal mula permasalahan tersebut berawal dari kasus suap wisma atlit di Palembang yang melibatkan Nazarudin . Diduga bahwa dana pembangunan tersebut telah disalahgunakan oleh banyak pihak yang tidak bertanggung jawab.Hal ini menyebabkan nama Nazarudin & Anas pun santer terdengar dan sering menjadi topic perbincangan di berbagai media.

















LANDASAN TEORI


Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok orang yang dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Definisi organisasi menurut para ilmuwan ;
1. Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan yang melalui orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar suatu tujuan bersama.
2. James D. Mooney
Organisasi merupakan bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


Tujuan utama pengembangan organisasi  adalah untuk memperbaiki fungsi organisasi yang dirasa sudah harus untuk dikembangkan lagi. Peningkatan produktivitas dan keefektifan organisasi dapat membawa dampak yang baik dalam pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi.

Unsur-unsur dalam suatu organisasi;
1. man (manusia)
2. kerjasama
3. tujuan bersama
4. peralatan
5. Lingkungan


Ciri – ciri Organisasi  
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas






PEMBAHASAN MASALAH


Salah satu contoh permasalahan yang saya ambil , yaitu permasalahan/konflik yang terjadi dalam partai democrat yang melibatkan Bendahara umumnya , Nazaruddin & Ketua umumnya yaitu Anas Urbaningrum.
 Beberapa saat ini sedang hangat-hangatnya pemberitaan tentang adanya kasus penyuapan sekmenpora yang melibatkan Nazarudin oleh pengacara Mindo Manullang, Kamarudin Simanjutak. Alhasil Nazarudin pun dipecat dari jabatannya. Namun pemecatan Nazarudin ternyata telah membawa democrat kedalam lubang permasalahan. Melambungnya kasus Nazarudin telah memicu terjadinya konfilk internal di dalam partai demokrat. Dalam kasus ini terjadi perpecahan antara 2 kelompok , yakni kelompok yang bersemangat memberikan sanksi berat terhadap Nazarudin , dan kelompok yang berusaha melindungi Nazarudin. Perbedaan komunikasi serta cara pandang para elite partai dalam kasus ini menunjukan adanya konflik internal. Ditambah lagi dengan ketidak puasan dari masing-masing kelompok saat kongres di Bandung yang belum berakhir. Ini di sebabkan karena konsolidasi yang terjadi kurang cepat. Kepentingan dari pihak yang kalah tidak segera di akomodasi oleh pemenang.
Salah satu hal yang menunjukan ke public bahwa belum menyatunya kelompok di dalam partai demokrat yakni, kelompok dari Anas Purbaningrum , menginginkan agar kasus dugaan penyuapan sekmenpora segera diserahkan keproses hokum. Sedangkan dari kelompok lain menginginkan agar Nazarudin segera dicopot jabatannya dari perbendaharaan umum partai Demokrat. Hal ini yang menyebabkan Nazarudin dan Anas pun terlibat konflik yang mengakibatkan partai democrat retak. Padahal diketahui bahwa Nazarudi dan Anas adalah sahabat baik.
Permasalahan berawal dari  “Testimonial” yang dilancarkan oleh M. Nazaruddin, maka internal Partai Demokrat mengalami krisis anggota elite partai, dan kini menjadi sorotan empuk partai-partai lain untuk segera mengatur strategi mengumpulkan lebih banyak lagi simpatisan pemilih suara. Inilah dampak “sosiologis politik”. Perpecahan intern, otomatis akan merubah secara ethnis kondisi partai dan menciptakan pemikiran baru baik intern dan ekstern. Akibat testimonial yang menggegerkan dari M. Nazaruddin ini, akhirnya menggangu ketenangan keluarga Anas Urbaningrum dan juga nama baik Anas. Oleh sebab itu beliau telah melaporkan Nazaruddin ke Bareskrim, dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.

Kesepakatan antara kelompok-kelompok yang masih berselisih pandangan tersebut sangat diperlukan. Dalam hal ini peran petinggi dari partai serta elite-elite partai sangat diperlukan untuk menjadi penengah di antara kedua kelompok tersebut.Sebagai warga Negara Indonesia tentunya ingin sekali negeri kita bersih dari korupsi , jangan sampai dengan korupsi ini , perjuangan para muda-mudi Indonesia untuk menjunjung tinggi nama Negara mereka sendiri ternoda oleh korupsi tersebut.








KESIMPULAN

Dari konflik yang terjadi di dalam organisasi tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik yang terjadi di dalam suatu organisasi itu merupakan hal yang wajar. Khusunya terhadap organisasi yang ingin bergerak maju. Suatu organisasi yang jarang mempunyai konflik internal, bahkan tidak mempunyai konflik, cenderung menjadi suatu organisasi yang kurang hidup dan apatis. Namun suatu konflik juga bisa menjadi suatu bencana bagi organisasi apabila konflik yang terjadi terlalu sering atau besar dan kurangnya kesadaran dari para petinggi organisasi untuk segera menangani konflik tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai suatu tujuan bersama , dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dan meningkatkan efektivitas keorganisasian .Karna sangat diperlukan kerjasama yang baik untuk mengatasi konsekuensi perubahan tersebut.


SARAN

                Sebaiknya dalam berorganisasi kita harus bisa saling mengerti dan memahami karakter dari setiap anggotanya.Hal ini sangat berguna untuk kemajuan organisasi tersebut , dan paling terpenting untuk Menjalankan visi dan misi yang ada di dalam organisasi. Hal lain yang terpenting dalam organisasi adalah  Komunikasi. Hal ini merupakan salah satu fungsi dasar dari manajemen dalam organisasi dan pentingnya hampir tidak bisa terlalu ditekankan. Ini adalah proses transmisi informasi, gagasan, pikiran, pendapat dan rencana antara berbagai bagian organisasi.Apabila kedua hal tersebut sudah dapat dilakukan dan dijalankan oleh setiap anggotanya , maka organisasi tersebut dapat terus bertahan dan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Kamis, 02 Juni 2011

Manusia & Cinta Kasih

Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang dituangkan dalam goresan kertas dan kanvas seperti seni lukis dan gambar.
Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang memadukan irama dan nada dalam satu dinamisasi yang dikenal sebagai lagu dan seni musik.
Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni melalui goresan pena yang disebut sajak, pantun atau novel.
Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang menggabungkan antara medidisasi nada dan goresan pena yang melahirkan drama, film dan lain sebagainya.
Dan dari sebuah cintalah dapat melahirkan tanggung jawab, baik pada pasangan atau orang yang kita cintai atau pada lainnya, maka
Dari sebuah cintalah terlahir manusia – manusia baru yang menghuni semesta kita ini.
Ungkapan yang ditimbulkan dari satu kata cinta tentulah tidak dapat dilepaskan dari suatu media perantara yang dapat menggambarkan dan memvisualisasikan serta mendefinisikan tentang perasaan “Cinta” tersebut, baik melalui alat komunikasi “bahasa” yang melahirkan sajak, puisi dan lain sebagainya atau bahkan yang meng-irama-kan nada dan shimpony.
Jika kita berbicara mengenai cinta maka itupun tidak dapat dipisahkan dengan unsur – unsur seni dan kebudayaan yang ada. Cinta sama dengan budaya yaitu suatu rasa, karya dan karsa.

Manusia & Harapan

Manusia dan Harapan Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia sehingga bisa menjadi miliknya. Dalam hal ini, seorang manusia dan harapannya agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan. Kepercayaan kepada diri sendiri dapat ditimbulkan dengan mulai memiliki konsepsi diri yang positif baik itu melalui fisik, cara berpikir dan jiwa yang akan membantu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain ataupun bersosialisasi dengan orang lain sehingga terjalin secara positf dan berkesan dengan baik sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. Adapun kepercayaan kepada orang lain bisa ditimbulkan dengan merasa pantang untuk melakukan kebodohan dan kecurangan ataupun perilaku korupsi sehingga orang lain merasa percaya dalam membebankan apa yang diamanatkannya dan itu merupakan sesuatu yang kita harapkan. Hal tersebut bisa disebut dengan relationship. Kepercayaan terhadap Tuhan dapat diwujudkan dengan menjalankan segala perintah yang disuruh-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya serta beribadah dan beramal sesuai dengan agama yang diyakini. Dalam hal ini pengertian ibadah secara luas dimana kesemua kegiatan berorientasi kepada Tuhan.

Manusia & Kegelisahan

Kegelisahan
Sekarang ini, masa-masa peralihan bagi para siswa dan siswi sekolah baik yang dasar, menengah, dan menengah atas yang tengah harap-harap cemas. Kenapa harap-harap cemas? Ya, karena kini mereka sedang menantikan pengumuman dari tempat menuntut ilmu yang mereka pilih. Yang dari tingkat SD elanjutkan ke tingkat SMP, tingkat SMP melanjutkan ke SMA, serta yang dari tingkat SMA ke tingkat perguruan tinggi, pastinya mereka-mereka itu telah memilih tempat sekolah lanjutan mereka yang mereka inginkan dan tentunya masuk dalam kriteria mereka, misalnya saja yang bertaraf internasional, tergolong dalam sekolah negeri, populer, dan tentunya tempatnya nyaman.
Tapi itu semua mungkin saja ada yang tercapai dan ada yang tidak. Maka dari itu mereka semua mengalami kegelisahan. Jika belum ada pengumuman, pasti kegelisahan itu terus dirasakan sampai dengan datangnya saat-saat yang paling dinanti-nantikan yaitu adalah pada saat  waktu pengumumannya berlangsung.
Harapan mereka sanat besar untuk diterima pastinya, tapi jika takdir berkata lain dan ada harapan mereka yang tidak tercapai, itu juga yang kemudia membuat mereka menjadi sangat gelisah karena pengumuman yang mereka dapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kegelisahan sangat erat kaitannya dengan perasaan ataupun suasana hati yang tentunya tidak enak, diantara pilihan, dan tersakiti oleh lingkungan atau oleh suatu hal apapun yang dirasakannya.
Setiap kegelisahan juga menimbulkan rasa yang sangat nyesak di hati. Saat kita ditimpa bertubi-tubi masalah yang dihadapi. Setiap cobaan yang mampu menghampiri kita.
Jika kita membawa setiap masalah dengan santai dan terbuka terhadap orang lain, maka sedikit demi sedikit dan lama-kelamaan rasa gelisah itu akan berkurang dan bahkan akan hilang dengan sendirinya. Sehingga tidak ada lagi yang akan membebani pikiran dan juga hati kita

Manusia & Tanggung Jawab

Manusia dan Tanggung jawab
Seperti hidup ini, segala yang kita lakukan didunia ini semua pasti akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti. Bagi sebagian orang yang berpendidikan dan berpikiran intelek tanggung jawab sangat penting, karena setiap mereka ingin melakukan sesuatu mereka akan berpikir dan mempertimbangkan resiko apa yang akan mereka hadapi diakhir nanti tidak asal jadi begitu saja.
Hidup memang berat jika terlalu banyak tanggung jawab karena ini itu tetapi kita akan terbiasa dengan tanggung jawab jika kita menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan tenang. Kita ambil contoh saja dari kehidupan saya sehari-hari atau dari berbagai pengalaman saya dari saya kecil (mulai mengenal tanggung jawab) sampai saat ini saya menjalani banyak berbagai tanggung jawab.
Sebagai mahasiswa saya bertanggung jawab dan berkewajiban untuk belajar karena dengan belajar dan kuliah yang benar juga sungguh-sungguh insya allah saya akan mendapat masa depan yang lebih cerah dan sukses. Saya tidak ingin kuliah ini menjadi sia-sia karena saya kuliah dengan hasil uang keringat orang tua saya sendiri dan saya akan bertanggung jawab akan segalanya di perkuliahaan, dan saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya yang sudah susah payah menguliahkan saya di universitas ini.

Manusia & Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Suasana kelas VI B SD Suka Cerdas mendadak hening setelah Bu Wati guru Bahasa Indonesia masuk ke ruang kelas. Bu Wati memperhatikan semua muridnya. “Sebentar lagi kalian semua akan meninggalkan bangku SD dan melanjutkan ke bangku SMP. Untuk itu, ibu menyuruh kalian agar mempersiapkan sebuah karangan bebas tentang cita-cita kalian setelah selesai menamatkan pendidikan. Besok, satu per satu akan membacakan hasil karangannya di depan kelas,” kata Bu Wati kepada seluruh murid.
Tanpa diperintahkan lagi, seluruh anak didik yang berada di dalam kelas sibuk membuat karangan. Suasana yang tadinya hening mendadak riuh karena murid yang satu dengan murid yang lain saling menanyakan apa cita-citanya nanti. Melihat hal itu, Bu Wati meminta agar semua murid mengerjakannya sendiri-sendiri.
“Ingat, jangan ada yang saling mencontek karena cita-citamu itu adalah keinginan yang akan kalian raih sendiri,” tegas Bu Wati.
Di bangku belakang, Roni terlihat tidak bersemangat padahal teman sebangkunya yang bernama Tono sedang berpikir sambil menuliskan cita-citanya itu ke dalam buku. Roni bingung karena ia belum bisa memikirkan apa cita-citanya nanti karena kehidupan keluarganya yang masih serba kekurangan. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Bapaknya hanya penarik becak barang sedangkan ibunya hanya pembantu rumah tangga.
“Apa pantas aku memiliki sebuah cita-cita setelah selesai menamatkan sekolah…? Padahal aku ingin jadi seorang polisi agar bisa berdiri mengatur lalu lintas. Karena kulihat pakaian seragamnya bagus dan gagah,” desis Roni dalam hatinya.
Tak lama kemudian, bel pulang sekolah berbunyi. Bu Wati meminta kepada seluruh murid agar tugas dikerjakan di rumah dan dikumpulkan besok. Bu Wati akan memberikan penilaian kepada murid yang paling bagus dalam mengarang itu.

Dengan langkah yang tak bersemangat, Roni pulang menuju rumahnya. Setelah mengucapkan salam, ia masuk ke dalam rumah. Usai makan siang, ia menemui ayahnya yang sedang beristirahat di depan sambil menikmati hidangan kopi pahit yang dibuat oleh ibunya.
“Ayah, tadi ibu guru memberikan tugas mengarang tentang apa cita-cita setelah lulus pendidikan. Roni berkeinginan jadi seorang polisi. Agar bisa berdiri tegak di perempatan jalan mengatur lalu lintas karena Roni senang melihatnya. Dengan pakaian seragam yang bagus membuat bapak polisi lalu lintas itu terlihat gagah,” ucap Roni sambil memijit-mijit kaki ayahnya.

Mendengar ucapan putranya itu, ayah Roni tertawa terbahak-bahak.

“Roni, kau ini aneh. Cita-citamu ingin menjadi polisi lalu lintas. Dari mana jalannya bisa kau raih. Untuk biaya sekolahmu saja, ayah dan ibumu tepaksa ngutang ke Pak Muslim. Belum lagi, biaya sekolah adikmu Sri dan Dini. Syukur saja ayah dan ibumu bisa menyekolahkanmu sampai SD. Sedangkan untuk SMP nantinya? Ayah dan ibu belum tahu apakah bisa menyekolahkan kau nantinya. Jadi, jangan pernah berhayal bisa jadi polisi,” kata ayah Roni sambil tersenyum.

“Tapi, Yah. Si Tono yang bapaknya pedagang asongan di perempatan jalan itu mempunyai cita-cita ingin jadi seorang guru. Agar bisa membuat orang pintar dan cerdas. Malahan, si Rini yang bapaknya penjahit itu ingin menjadi seorang dokter. Agar bisa nantinya mengobati orang yang sakit,” ujar Roni panjang lebar.

Untuk kedua kalinya, ayah Roni tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan putranya itu.

“Dengar ya! Itu semua hanya khayalan saja. Dari mana mereka mendapat uang untuk bisa meraih cita-citanya itu? Tak usah kau dengar apa cita-cita mereka. Cukup tugasmu bagaimana menyelesaikan sekolah di SD dengan bagus. Biar nanti, ayah dan ibumu tinggal memikirkan biaya sekolah kedua adikmu itu,” ucap ayah Roni sambil memandang putranya.

Mendengar ucapan ayahnya, Roni langsung masuk ke dalam rumah. Ia menumpahkan semua kesedihannya karena keinginan atau cita-citanya yang bagus itu ternyata tidak mendapat dukungan dari ayahnya. Di dalam kamar, ia menangis tersedu.

“Mengapa ayah tidak memberi dukungan kepadaku…? Apa salah bila aku bercita-cita jadi polisi setelah selesai pendidikan, seorang petugas polisi lalu lintas itu kan mulia, mengatur arus lalu lintas dan manusia ke berbagai tujuan,” desis Roni sambil menangis.

Walaupun begitu, malam harinya Roni tetap mengerjakan tugas dari gurunya. Karena ia tak mau nanti dimarahi gurunya gara-gara tidak mengerjakan tugas. Dengan serius, ia menuliskan keinginannya untuk menjadi seorang polisi walau ayahnya tidak mendukung cita-citanya itu.

Keesokan harinya setelah usai sarapan pagi bersama kedua orangtuanya dan juga adiknya. Roni mengucapkan salam untuk pergi ke sekolah. Ia mencium telapak tangan kedua orangtuanya. Dengan riang gembira, Roni terlihat bersemangat berjalan ke sekolah.

Setelah bel tanda masuk berbunyi, para murid SD Suka Cerdas segera berbaris rapi masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Kedatangan Bu Wati disambut dengan ucapan salam dari seluruh muridnya dan menyuruh semua muridnya untuk kembali duduk.

“Sekarang keluarkan tugas mengarang yang ibu suruh kemarin. Ibu akan memberikan nilai kepada murid yang paling bagus dalam menuangkan cita-citanya,” ujar Bu Wati kepada seluruh murid.

Satu per satu murid mengeluarkan buku yang berisikan tugas mengarang. Dengan hati yangberdebar, setiap murid saling memperhatikan antara yang satu dengan yang lainnya ketika buku tugas itu dikumpulkan. Bu Wati dengan serius melihat isi karangan setiap muridnya. Kemudian, Bu Wati meminta kepada Roni untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Roni tersedak dari lamunannya ketika Bu Wati memanggil namanya. Kemudian, ia berjalan ke depan dan membacakan hasil karangannya setelah Bu Wati memberikan buku tugas kepadanya.

“Cita-citaku ingin mejadi seorang polisi lalu lintas. Karena aku melihat pakaian seragamnya bagus dan penampilannya gagah serta berwibawa. Ia mengatur lalu lintas sambil meniupkan peluit. Sehingga arus lalu lintas berjalan lancar. Walau cita-citaku ini tidak mendapat dukungan dari orangtua, aku tetap berusaha keras untuk bisa mewujudkan keinginanku ini. Walau keadaan ekonomi keluarga kurang bagus tapi aku tidak mau diam dan berpangku tangan begitu saja. Aku akan tetap rajin belajar dan berusaha dengan sekuat tenaga agar nantinya cita-citaku ini dapat tercapai,” ucap Roni dengan bersemangat.

Setelah selesai membacakan hasil karangannya, Bu Wati tersenyum manis kepada Roni. Kemudian Bu Wati meminta kepada Rini untuk tampil di depan kelas membacakan hasil tugasnya. Begitu selanjutnya hingga semua murid bergiliran tampil di depan kelas. Bu Wati bangga usai mendengar cita-cita muridnya itu. Ada yang ingin jadi polisi, guru, dokter, atlit bahkan ada yang ingin jadi menteri.

“Itu semua adalah cita-cita yang bagus. Untuk itu, kalian harus tetap bersemangat dan rajin belajar. Walau keadaan ekonomi keluarga kurang bagus, jangan membuat kalian patah semangat dan akhirnya impian untuk meraih cita-cita itu kandas di tengah perjalanan. Bukan begitu, Roni? Raih keinginan kalian itu dengan cara belajar dan bekerja keras. Ibu yakin kedua orangtua kalian akan mendukung jika kalian mempunyai prestasi yang bagus. Tak ada orangtua yang tak ingin anaknya menjadi orang yang tak berguna,” ucap Bu Wati dengan panjang lebar memberi semangat.

Ternyata setelah semua tugas diperiksa dengan cermat oleh Bu Wati, Roni memperoleh angka sembilan. Karena hasil karangannya bagus dan menarik. Begitu melihat angka sembilan, Roni tersenyum bangga. Ia tak menyangka kalau hasil karangannya ternyata lebih baik dari teman-temannya.

Hingga akhirnya, ia mempunyai rencana ingin menunjukkan hasil karangannya kepada ayahnya. Agar ayahnya bisa mendukung cita-citanya yang ingin menjadi seorang polisi.

“Apa aku salah bila anak seorang tukang becak ingin menjadi polisi? Tidak! Itu tidak salah. Aku akan berusaha agar cita-citaku itu dapat terwujud nantinya,” desis Roni di dalam hatinya penuh semangat.

OPINI
Menurut saya, semua manusia berhak mempunyai cita-cita agar masa depannya menjadi cerah, tidak mengenal latar belakang apapun.

Manusia & Keadilan

MANUSIA DAN KEADILAN
Membicarakan tentang keadilan mungkin sangat sulit untuk menjalani atau menjalankan sebuah keadilan, apa lagi dengan pola pikiran orang yang bermacam-macam rupa. Seperti, dimana ada orang baik pasti ada juga orang jahat, dimana ada orang kaya pasti ada juga orang miskin. Kedua contoh kalimat diatas merupakan sebagian contoh dari berbagai kehidupan disekeliling kita yang mencakup dari empat sifat/karakter yang berbeda-beda, yaitu baik, jahat, kaya dan miskin.
Dalam bidang hukum suatu keadilan sangat berperan penting karena suatu keputusan yang diambil haruslah adil bagi kedua belah pihak. Banyak kasus sidang yang menghasilkan keputusan yang tidak adil bagi korban maupun terdakwa, contohnya saja kasus revaldo yang tertangkap saat mengkonsumsi narkoba dan hakim memutuskan revaldo dihukum penjara selama 7tahun dan denda 1milyar dengan dakwaan sebagai pemakai dan pengedar. Revaldo yang menerima hukuman itu merasa tidak adil karena dia hanya seorang pemakai bukanlah sebagai pengedar, dengan adanya keputusan ini revaldo ingin mencoba naik banding agar hukuman yang dia terima lebih ringan.
Contoh lain dari sebuah ketidak adilan adalah seringnya perdebatan dan perebutan sengketa tanah antara pemilik bangunan dan yang merasa pemilik tanah. Berita sengketa tanah yang belum lama ini adalah orang-orang yang tinggal di lahan kosong di pulo mas yang digusur untuk membangun sebuah apartemen. Mereka merasa dirugikan dan diperilakukan tidak adil, karena mereka sudah tinggal dan menetap lama dilahan itu dan pada saat penggusuran mereka tidak diberikan waktu untuk pindah atau mencari tempat tinggal lain. Sampai pada saat penggusuran mereka tidak pindah dan mereka meminta ganti rugi tempat tinggal yang layak karna bangunan rumah mereka sudah dihancurkan secara paksa.
Berbicara soal keadilan memang tidak ada habisnya karena didunia ini manusia harus dihadapkan dengan suatu pilihan yang tentu saja disetiap pilihan itu memiliki resiko maupun dampak akibatnya. Rakyat Indonesia bisa dibilang belum mendapatkan arti dari sebuah keadilan yang sudah dijanjikan presiden dan para mentri maupun pemerintah karena sampai sekarang rakyat belum bisa dibilang makmur dalam bidang ekonomi maupun bidang-bidang yang lainnya.
Dahulu seorang calon presiden maupun partai mamiliki visi, misi dan janji untuk memakmurkan kesejahteraan rakyatnya maka dengan iming-iming itupun rakyat memilih seorang pemimpin yang peduli akan rakyatnya. Sampai seseorang terpilih menjadi presiden atau pemimpin rakyat belum bisa mendapatkan kesejahteraan yang mereka inginkan dan peminpin iti janjikan, rakyat merasa tidak mendapatkan keadilan dari seorang presiden maupun pemerintah seprti yang mereka janjikan dahulu pada saat pemilihan umum.
Rakyat meminta keadilan kepada seorang pemimpin negara karena dahulu mereka memilih atas dasar iming-iming, janji-janji dan sejumlah uang yang diberikan oleh segelintir orang dari tim sukses calon pemimpin. Sampai sekarangpun kenapa sering ada aksi demo itu karena adanya rasa kesal dari rakyat yang sudah bosan dengan janji-janji palsu para pemimpin yang hanya cuma bisa mengumbar janji tanpa bisa mereka tepati, sampai-sampai ada yang namanya hari buruh internasional buruh sedunia.
Hari buruh internasional sedunia diadakan karena dengan adanya hari buruh intenasional sedunia semua buruh didunia bisa menunjukan atau mengapresiasikan keinginan mereka untuk berbagai macam keluhan, dengan cara beraksi demo besar-besaran para pendemo bisa menyatakan keinginan agar apa yang mereka inginkan itu  tercapai yaitu keadilan, dari kenaikan gaji sampai perubahan status pekerjaan yang tadinya hanya pekerja kontrak menjadi pekerja tetap.
Para pekerja berdemo ingin meminta keadilan dari tempat mereka berkerja yang merasa selama mereka berkerja belum mendapatkan keadilan. Ada pekerja yang ingin meminta kenaikan gaji karena selama kerja ditempat itu mereka belum merasakan mendapat kenaikan gaji padahal mereka sudah mengabdi dan berkerja selama puluhan tahun. Dan banyak juga pekerja yang ingin meminta kejelasan status kerja mereka, karena mereka yang sudah berkerja bertahun-tahun bahkan belasan tahun masih saja menjadi pekerja kontrak dan belum diangkat menjadi pekerja tetap apa lagi naik jabatan.
Jadi kita sebagai orang harus bisa berikap adil dengan sesama manusia, dengan keadan dan situasi, juga dalam mengambil keputusan, walau berat untuk kita mengambil keputusan dan bersikap adil karena dengan adanya keputusan kita harus bisa adil.

Manusia & Penderitaan

Di masa-masa kini, sepertinya penderitaan tidak pernah berhenti menghampiri dan meninpa Indonesia. Berbagai macam peristiwa menghampiri dan membuat banyak orang  menjadi merasa menderita, harus menangis dan sedih karena ditinggalkan orang-orang yang dikasihi dan dicintai, kedinginan karena rumahnya terhempas oleh badai tsunami atau karena kebanjiran, kepanasan karena tidak memiliki rumah tempat tinggal untuk tempat tinggal sudah ambruk dan rusak atau hancur karena terkena gempa, sehingga penderitaan yang panjang harus dialami dan dirasakan oleh orang-orang yang tertimpa penderitaan tersebut.
Dan sebagian besar dari kita ketika mendengar kata “derita” mungkin merasa sangat ketakutan dan was-was, atau mungkin ada orang yang sudah bosan dengan penderitaan yang dialaminya sendiri. Bagi orang-orang yang ketakutan karena terkena penderitaan, jangan sampai penderitaan itu sampai kepadanya untuk memikirkannya saja sudah merasa takut.
            Maka dari hal itu orang harus melakukan dengan berbagai cara agar dirinya tidak bertemu dengan penderitaan itu. Sedangkan orang yang sudah menganggap dirinya sering dijumpai penderitaan akhirnya hanya pasrah menerimanya, karena tidak memiliki kuasa apapun dalam dirinya. Penderitaan mengaturnya menjadi pribadi yang pasrah, tanpa sikap yang jelas.
Manusia sering mengalami kedua hal tersebut. Takut dengan penderitaan tetapi memang  sering kali orang harus menerima penderitaan tersebut tanpa kekuatan dan ketidak berdayaan. Manusia tidak mampu mengatur dirinya sendirian.
Dan semua manusia rata-rata memiliki keterbatasan dalam hal berpikir. Dalam keadaan ini, manusia tidak akan pernah lepas dari bantuan Tuhan Yang Maha Esa. Karena manusia diciptakan oleh Tuhan.

Manusia & Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN


Keindahan tidak lain dari sesuatu yang menarik untuk dinikmati yang mampu menyeret jiwa manusia  dalam buaian cinta yang tiada pernah memberi akan tetapi selalu menerima, yang tidak pernah menuntut untuk dimiliki namun hanya menuntut untuk dirinya sendiri.
Keindahan bentuk dari suatu pencarian, dia jauh namun dekat dan ketika kita menemukannya didalam relung hati, itulah suatu keagungan dan kemuliaan karena dia merupakan pencampuran dari suatu penderitaan dengan kebahagiaan, perpaduan antara tangis dan tawa dalam irama kehidupan.
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi.
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.

Manusia & kebudayaan

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaanIndonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia. lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional

1. Kelompok pertama yang mengatakan kebudayaan Nasional Indonesia belum jelas, yang ada baru unsur pendukungnya yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan asing. Kebudayaan Indonesia itu sendiri sedang dalam proses pencarian.

2. Kelompok kedua yang mengatakan mengatakan Kebudayaan Nasional Indonesia sudah ada. pendukung kelompok ketiga ini antara lain adalah Sastrosupono. Sastrosupono. Sastrosupono. Sastrosupono mencontohkan, Pancasila, bahasa Indonesia, undang-undang dasar 1945, moderenisasi dan pembangunan (1982:68-72).

Selanjutnya, walau Kebudayaan Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

 Kesimpulan adalah keanekaragaman yang ada di Kebuyaan Indonesia ini sebenarnya bersumber atau berawal dari kebudayaan besar yang katanya berasal dari luar Kebudayaan kita, dan yang seperti saya tuliskan dalam artikel ini.

Manusia & Harapan

MANUSIA DAN HARAPAN
Pengertian Harapan
                Harapan tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung dari usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan do’a merupakan sarana terkabulnya harapan.
Kepercayaan
            Kepercayaan adalah mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang behubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya.
            Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan meghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing. Kebenaran merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.
            Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga adalah kebenaran dalm berttindak, berbuat, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.
Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatnya
            Kepercayaan dapat dibedakan atas:
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Percaya pada diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

2.      Kepercayaan pada orang lain
Kepercayaan pada orang lain sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenaran. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya.

3.      Kepercayaan pada pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arii hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karen itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4.      Kepercayaan pada Tuhan
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.  Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain .
a) meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b) meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c) meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya
d) mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e) menekan perasaan negatif seperti, dengki, fitnah, dan sebagainya 

Manusia & Kegelisahan

MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Pengertian kegelisahan
            Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Sebab-sebab orang gelisah
            Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman darii luar maupun dari dalam.
Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
            Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Keterasingan
            Asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi, kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Kesepian
            Sepi berarti merasa sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lenggang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
            Kesepian akibat keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman sepergaulan. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain, maka orang itu lebih suka menyendiri. Karena menyendiri itu akibatnya kesepian.
Ketidakpastian
            Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat berkonsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oeh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
            Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menagkap sesuatu.
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti:
1.      Obsesi
2.      Phobia
3.      Kompulasi
4.      Histeria
5.      Delusi
6.      Halusinasi
7.      Keadaan emosi
Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian
            Untuk penyembuhannya tergantung terhadap mental si penderita. Andaikata penyebab sudah dketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi si penderita adalah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.

Manusia & Tanggung Jawab

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Pengertian tanggung jawab
            Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.
Macam-macam tanggung jawab
a.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribdian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memedahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
b.      Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia sebagai makhluk social yang membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.
c.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Tiap anggota keluarga harus bertanggung jawab kepada keluarganya karena menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,pendidikan, dan kehidupan.
d.      Tanggung jawab terhadap Bangsa/Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga Negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh Negara.
e.      Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan mencipatakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa terlepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai agama.
Pengabdian dan pengorbanan
a.      Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila seseorang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
b.      Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsure keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Perbedaan antara pengertian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.