Kamis, 29 Maret 2012

Kekuasaan dan Wewenang

Pengertian Kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh pada orang lain artinya suatu kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Di suatu organisasi. Manajer menggunakan kekuasaan kemudian ia akan memberikan pengaruh kepada karyawan dibawahnya. Akan tetapi para manajer juga harus menyadari bahwa kekuasaan bukan hanya dimiliki oleh mereka melainkan di tingkat bawah para anggota organisasi juga mempunyai kekuasaan informal yang cukup besar yang didasari oleh pengetahuan, keterampilan atau sumber daya yang mereka miliki. Seorang manajer tidak hanya menerima dan memahami kekuasaan sebagai suatu bagian integral pekerjaannya tetapi juga harus memahami bagaimana menggunakan kekuasaan tersebut, bukan menyalah gunakannya.

Sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven:

  1. Kekuasaan menghargai (reward power)
    Kekuasan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintahnya (berupa bonus, perkembangan karir sampai senioritas atau persahabatan). Misalnya adalah kekuasaan seorang supervisor untuk memberi tugas kepada karyawannya.
  2. Kekuasaan memaksa (coercive power)
    Kekuasaan berdasarkan kemampuan orang untuk menghukum orang yang di pengaruhi jika tidak mau mengikuti perintah atau persyaratan (teguran sampai hukuman).
  3. Kekuasaan sah (legimate power)
    Kekuasaan formal yang diperoleh berdasar hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai batas tertentu. Kekuasan sah terbentuk dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat menjadi pemimpinnya. Misalnya hak seorang manajer untuk menetapkan jadwal kerja.
  4. Kekuasaan keahlian (expert power)
    Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi(presional atau tenaga ahli). Misalnya kita melakukan apa yg diperintah oleh dokter kita, kita mengakui akan kekuasaan keahlian mereka.

    5.Kekuasaan rujukan (referent power)
    Kekuasaan berdasarkan pada keinginan dari orang yang dipengaruhi untuk menjadi seperti atau menyamakan dirinya dengan pemberi pengaruh. (karisma, keberanian, simpatik). Misalnya manajer yang populer dan teliti akan mempunyai kekuasaan rujukan bila karyawan termotivasi untuk meniru kebiasaannya.

Definisi Wewenang
Wewenang merupakan hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. Memberi wewenang termasuk memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada karyawan untuk melakukan pekerjaannya menurut cara terbaik menurutnya,tanpa harus meminta petunjuk orang yang mempunyai wewenang lebih tinggi.


Sumber wewenang
  1. Wewenang formal (pandangan klasik / classical view).
    Wewenang pemberian atau pelimpahan dari suatu tingkat yang tinggi ke tingkat yang lebih rendah.
  2. Wewenang penerimaan (acceptance theory of authority).
    Sudut pandang wewenang adalah penerima perintah, bukan pemberi perintah. Pandangan ini berarti bahwa tidak semua perintah dipatuhi oleh penerima perintah. Penerima perintah akan menentukan apakah akan menerima perintah atau tidak.

    Wewenang Lini, Staff, dan Fungsional.
          Wewenang Lini
    Dimiliki oleh manajer lini yang mengambil keputusan untuk mencapai tujuan secara langsung.
             Wewenang Staff
    Dilakukan oleh orang atau kelompok orang yang memberikan jasa atau nasehat kepada manajer lini.
    Delegasi Wewenang
    Delegasi dapat diartikan sebagai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal dari atasan kepada orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu.
    Keuntungan dan Halangan Delegasi Wewenang manajer enggan mendelegasikan wewenang, karena:
             Tidak yakin akan kemampuan bawahan
             Merasa mampu mengerjakan sendiri
             Tidak efisien untuk mengajari bawahannya melakukan tugas takut wewenangnya akan berkurang




Selasa, 29 November 2011

Permasalahan dalam Organisasi Partai Demokrat


LATAR BELAKANG & PERMASALAHAN




Kemajuan-kemajuan di bidang teknologi dan sosial budaya mendorong perkembangan berbagai aspek kehidupan manusia diantaranya dalam berkumpul dan hidup berkelompok. Sebagai suatu bentuk kumpulan manusia dengan ikatanikatan tertentu atau syarat-syarat tertentu, maka organisasi telah pula berkembang dalam berbagai aspek termasuk ukuran dan kompleksitas.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana dalam mengembangkan kemampuan organisasi dalam kehidupan yang selalu berubah , sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang nantinya harus dijalankan oleh seluruh anggota yang terlibat dalam organisasi tersebut. Pengembangan organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian individu akan pertumbuhan dan perkembangan keorganisasian.
Semakin besar ukuran suatu organisasi semakin cenderung menjadi kompleks keadaannya. Kompleksitas ini menyangkut berbagai hal seperti kompleksitas alur informasi, kompleksitas komunikasi, kompleksitas pembuat keputusan, kompleksitas pendelegasian wewenang dan sebagainya. Kompleksitas lain adalah sehubungan dengan sumber daya manusia. Seperti kita ketahui bahwa sehubungan dengan sumber daya manusia ini dapat diidentifikasi pula berbagai kompleksitas seperti kompleksitas jabatan, kompleksitas tugas, kompleksitas kedudukan dan status, kompleksitas hak dan wewenang dan lain-lain. Kompleksitas ini dapat merupakan sumber potensial untuk timbulnya konflik/permasalahan dalam organisasi, terutama konflik yang berasal dari sumber daya manusia, dimana dengan berbagai latar belakang yang berbeda tentu mempunyai tujuan yang berbeda pula dalam tujuan dan motivasi mereka dalam bekerja. Seorang pimpinan yang ingin memajukan organisasinya, harus memahami faktorfaktor apa saja yang menyebabkan timbulnya konflik, baik konflik di dalam individu maupun konflik antar perorangan dan konflik di dalam kelompok dan konflik antar kelompok. Pemahaman faktor-faktor tersebut akan lebih memudahkan tugasnya dalam hal menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dan menyalurkannya ke arah perkembangan yang positif. Konfilk merupakan sikap saling mempertahankan diri di antara dua kelompok atau lebih yang memiliki cara pandang dan tujuan yang berbeda.
Pada penulisan makalah kali ini saya akan mengangkat isu-isu masalah yang terjadi dalam salah satu organisasi partai politik yaitu , Partai Demokrat. Salah satu nya yang belum lama terjadi adalah konflik yang terjadi di partai demokrat tentang kasus penyuapan yang melibatkan  Bendahara umum partai democrat yaitu Nazaruddin & Ketua umumnya yaitu Anas Urbaningrum . Awal mula permasalahan tersebut berawal dari kasus suap wisma atlit di Palembang yang melibatkan Nazarudin . Diduga bahwa dana pembangunan tersebut telah disalahgunakan oleh banyak pihak yang tidak bertanggung jawab.Hal ini menyebabkan nama Nazarudin & Anas pun santer terdengar dan sering menjadi topic perbincangan di berbagai media.

















LANDASAN TEORI


Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok orang yang dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Definisi organisasi menurut para ilmuwan ;
1. Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan yang melalui orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar suatu tujuan bersama.
2. James D. Mooney
Organisasi merupakan bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


Tujuan utama pengembangan organisasi  adalah untuk memperbaiki fungsi organisasi yang dirasa sudah harus untuk dikembangkan lagi. Peningkatan produktivitas dan keefektifan organisasi dapat membawa dampak yang baik dalam pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi.

Unsur-unsur dalam suatu organisasi;
1. man (manusia)
2. kerjasama
3. tujuan bersama
4. peralatan
5. Lingkungan


Ciri – ciri Organisasi  
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas






PEMBAHASAN MASALAH


Salah satu contoh permasalahan yang saya ambil , yaitu permasalahan/konflik yang terjadi dalam partai democrat yang melibatkan Bendahara umumnya , Nazaruddin & Ketua umumnya yaitu Anas Urbaningrum.
 Beberapa saat ini sedang hangat-hangatnya pemberitaan tentang adanya kasus penyuapan sekmenpora yang melibatkan Nazarudin oleh pengacara Mindo Manullang, Kamarudin Simanjutak. Alhasil Nazarudin pun dipecat dari jabatannya. Namun pemecatan Nazarudin ternyata telah membawa democrat kedalam lubang permasalahan. Melambungnya kasus Nazarudin telah memicu terjadinya konfilk internal di dalam partai demokrat. Dalam kasus ini terjadi perpecahan antara 2 kelompok , yakni kelompok yang bersemangat memberikan sanksi berat terhadap Nazarudin , dan kelompok yang berusaha melindungi Nazarudin. Perbedaan komunikasi serta cara pandang para elite partai dalam kasus ini menunjukan adanya konflik internal. Ditambah lagi dengan ketidak puasan dari masing-masing kelompok saat kongres di Bandung yang belum berakhir. Ini di sebabkan karena konsolidasi yang terjadi kurang cepat. Kepentingan dari pihak yang kalah tidak segera di akomodasi oleh pemenang.
Salah satu hal yang menunjukan ke public bahwa belum menyatunya kelompok di dalam partai demokrat yakni, kelompok dari Anas Purbaningrum , menginginkan agar kasus dugaan penyuapan sekmenpora segera diserahkan keproses hokum. Sedangkan dari kelompok lain menginginkan agar Nazarudin segera dicopot jabatannya dari perbendaharaan umum partai Demokrat. Hal ini yang menyebabkan Nazarudin dan Anas pun terlibat konflik yang mengakibatkan partai democrat retak. Padahal diketahui bahwa Nazarudi dan Anas adalah sahabat baik.
Permasalahan berawal dari  “Testimonial” yang dilancarkan oleh M. Nazaruddin, maka internal Partai Demokrat mengalami krisis anggota elite partai, dan kini menjadi sorotan empuk partai-partai lain untuk segera mengatur strategi mengumpulkan lebih banyak lagi simpatisan pemilih suara. Inilah dampak “sosiologis politik”. Perpecahan intern, otomatis akan merubah secara ethnis kondisi partai dan menciptakan pemikiran baru baik intern dan ekstern. Akibat testimonial yang menggegerkan dari M. Nazaruddin ini, akhirnya menggangu ketenangan keluarga Anas Urbaningrum dan juga nama baik Anas. Oleh sebab itu beliau telah melaporkan Nazaruddin ke Bareskrim, dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.

Kesepakatan antara kelompok-kelompok yang masih berselisih pandangan tersebut sangat diperlukan. Dalam hal ini peran petinggi dari partai serta elite-elite partai sangat diperlukan untuk menjadi penengah di antara kedua kelompok tersebut.Sebagai warga Negara Indonesia tentunya ingin sekali negeri kita bersih dari korupsi , jangan sampai dengan korupsi ini , perjuangan para muda-mudi Indonesia untuk menjunjung tinggi nama Negara mereka sendiri ternoda oleh korupsi tersebut.








KESIMPULAN

Dari konflik yang terjadi di dalam organisasi tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik yang terjadi di dalam suatu organisasi itu merupakan hal yang wajar. Khusunya terhadap organisasi yang ingin bergerak maju. Suatu organisasi yang jarang mempunyai konflik internal, bahkan tidak mempunyai konflik, cenderung menjadi suatu organisasi yang kurang hidup dan apatis. Namun suatu konflik juga bisa menjadi suatu bencana bagi organisasi apabila konflik yang terjadi terlalu sering atau besar dan kurangnya kesadaran dari para petinggi organisasi untuk segera menangani konflik tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai suatu tujuan bersama , dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dan meningkatkan efektivitas keorganisasian .Karna sangat diperlukan kerjasama yang baik untuk mengatasi konsekuensi perubahan tersebut.


SARAN

                Sebaiknya dalam berorganisasi kita harus bisa saling mengerti dan memahami karakter dari setiap anggotanya.Hal ini sangat berguna untuk kemajuan organisasi tersebut , dan paling terpenting untuk Menjalankan visi dan misi yang ada di dalam organisasi. Hal lain yang terpenting dalam organisasi adalah  Komunikasi. Hal ini merupakan salah satu fungsi dasar dari manajemen dalam organisasi dan pentingnya hampir tidak bisa terlalu ditekankan. Ini adalah proses transmisi informasi, gagasan, pikiran, pendapat dan rencana antara berbagai bagian organisasi.Apabila kedua hal tersebut sudah dapat dilakukan dan dijalankan oleh setiap anggotanya , maka organisasi tersebut dapat terus bertahan dan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Kamis, 02 Juni 2011

Manusia & Cinta Kasih

Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang dituangkan dalam goresan kertas dan kanvas seperti seni lukis dan gambar.
Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang memadukan irama dan nada dalam satu dinamisasi yang dikenal sebagai lagu dan seni musik.
Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni melalui goresan pena yang disebut sajak, pantun atau novel.
Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang menggabungkan antara medidisasi nada dan goresan pena yang melahirkan drama, film dan lain sebagainya.
Dan dari sebuah cintalah dapat melahirkan tanggung jawab, baik pada pasangan atau orang yang kita cintai atau pada lainnya, maka
Dari sebuah cintalah terlahir manusia – manusia baru yang menghuni semesta kita ini.
Ungkapan yang ditimbulkan dari satu kata cinta tentulah tidak dapat dilepaskan dari suatu media perantara yang dapat menggambarkan dan memvisualisasikan serta mendefinisikan tentang perasaan “Cinta” tersebut, baik melalui alat komunikasi “bahasa” yang melahirkan sajak, puisi dan lain sebagainya atau bahkan yang meng-irama-kan nada dan shimpony.
Jika kita berbicara mengenai cinta maka itupun tidak dapat dipisahkan dengan unsur – unsur seni dan kebudayaan yang ada. Cinta sama dengan budaya yaitu suatu rasa, karya dan karsa.

Manusia & Harapan

Manusia dan Harapan Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia sehingga bisa menjadi miliknya. Dalam hal ini, seorang manusia dan harapannya agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan. Kepercayaan kepada diri sendiri dapat ditimbulkan dengan mulai memiliki konsepsi diri yang positif baik itu melalui fisik, cara berpikir dan jiwa yang akan membantu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain ataupun bersosialisasi dengan orang lain sehingga terjalin secara positf dan berkesan dengan baik sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. Adapun kepercayaan kepada orang lain bisa ditimbulkan dengan merasa pantang untuk melakukan kebodohan dan kecurangan ataupun perilaku korupsi sehingga orang lain merasa percaya dalam membebankan apa yang diamanatkannya dan itu merupakan sesuatu yang kita harapkan. Hal tersebut bisa disebut dengan relationship. Kepercayaan terhadap Tuhan dapat diwujudkan dengan menjalankan segala perintah yang disuruh-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya serta beribadah dan beramal sesuai dengan agama yang diyakini. Dalam hal ini pengertian ibadah secara luas dimana kesemua kegiatan berorientasi kepada Tuhan.

Manusia & Kegelisahan

Kegelisahan
Sekarang ini, masa-masa peralihan bagi para siswa dan siswi sekolah baik yang dasar, menengah, dan menengah atas yang tengah harap-harap cemas. Kenapa harap-harap cemas? Ya, karena kini mereka sedang menantikan pengumuman dari tempat menuntut ilmu yang mereka pilih. Yang dari tingkat SD elanjutkan ke tingkat SMP, tingkat SMP melanjutkan ke SMA, serta yang dari tingkat SMA ke tingkat perguruan tinggi, pastinya mereka-mereka itu telah memilih tempat sekolah lanjutan mereka yang mereka inginkan dan tentunya masuk dalam kriteria mereka, misalnya saja yang bertaraf internasional, tergolong dalam sekolah negeri, populer, dan tentunya tempatnya nyaman.
Tapi itu semua mungkin saja ada yang tercapai dan ada yang tidak. Maka dari itu mereka semua mengalami kegelisahan. Jika belum ada pengumuman, pasti kegelisahan itu terus dirasakan sampai dengan datangnya saat-saat yang paling dinanti-nantikan yaitu adalah pada saat  waktu pengumumannya berlangsung.
Harapan mereka sanat besar untuk diterima pastinya, tapi jika takdir berkata lain dan ada harapan mereka yang tidak tercapai, itu juga yang kemudia membuat mereka menjadi sangat gelisah karena pengumuman yang mereka dapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kegelisahan sangat erat kaitannya dengan perasaan ataupun suasana hati yang tentunya tidak enak, diantara pilihan, dan tersakiti oleh lingkungan atau oleh suatu hal apapun yang dirasakannya.
Setiap kegelisahan juga menimbulkan rasa yang sangat nyesak di hati. Saat kita ditimpa bertubi-tubi masalah yang dihadapi. Setiap cobaan yang mampu menghampiri kita.
Jika kita membawa setiap masalah dengan santai dan terbuka terhadap orang lain, maka sedikit demi sedikit dan lama-kelamaan rasa gelisah itu akan berkurang dan bahkan akan hilang dengan sendirinya. Sehingga tidak ada lagi yang akan membebani pikiran dan juga hati kita

Manusia & Tanggung Jawab

Manusia dan Tanggung jawab
Seperti hidup ini, segala yang kita lakukan didunia ini semua pasti akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti. Bagi sebagian orang yang berpendidikan dan berpikiran intelek tanggung jawab sangat penting, karena setiap mereka ingin melakukan sesuatu mereka akan berpikir dan mempertimbangkan resiko apa yang akan mereka hadapi diakhir nanti tidak asal jadi begitu saja.
Hidup memang berat jika terlalu banyak tanggung jawab karena ini itu tetapi kita akan terbiasa dengan tanggung jawab jika kita menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan tenang. Kita ambil contoh saja dari kehidupan saya sehari-hari atau dari berbagai pengalaman saya dari saya kecil (mulai mengenal tanggung jawab) sampai saat ini saya menjalani banyak berbagai tanggung jawab.
Sebagai mahasiswa saya bertanggung jawab dan berkewajiban untuk belajar karena dengan belajar dan kuliah yang benar juga sungguh-sungguh insya allah saya akan mendapat masa depan yang lebih cerah dan sukses. Saya tidak ingin kuliah ini menjadi sia-sia karena saya kuliah dengan hasil uang keringat orang tua saya sendiri dan saya akan bertanggung jawab akan segalanya di perkuliahaan, dan saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya yang sudah susah payah menguliahkan saya di universitas ini.

Manusia & Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Suasana kelas VI B SD Suka Cerdas mendadak hening setelah Bu Wati guru Bahasa Indonesia masuk ke ruang kelas. Bu Wati memperhatikan semua muridnya. “Sebentar lagi kalian semua akan meninggalkan bangku SD dan melanjutkan ke bangku SMP. Untuk itu, ibu menyuruh kalian agar mempersiapkan sebuah karangan bebas tentang cita-cita kalian setelah selesai menamatkan pendidikan. Besok, satu per satu akan membacakan hasil karangannya di depan kelas,” kata Bu Wati kepada seluruh murid.
Tanpa diperintahkan lagi, seluruh anak didik yang berada di dalam kelas sibuk membuat karangan. Suasana yang tadinya hening mendadak riuh karena murid yang satu dengan murid yang lain saling menanyakan apa cita-citanya nanti. Melihat hal itu, Bu Wati meminta agar semua murid mengerjakannya sendiri-sendiri.
“Ingat, jangan ada yang saling mencontek karena cita-citamu itu adalah keinginan yang akan kalian raih sendiri,” tegas Bu Wati.
Di bangku belakang, Roni terlihat tidak bersemangat padahal teman sebangkunya yang bernama Tono sedang berpikir sambil menuliskan cita-citanya itu ke dalam buku. Roni bingung karena ia belum bisa memikirkan apa cita-citanya nanti karena kehidupan keluarganya yang masih serba kekurangan. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Bapaknya hanya penarik becak barang sedangkan ibunya hanya pembantu rumah tangga.
“Apa pantas aku memiliki sebuah cita-cita setelah selesai menamatkan sekolah…? Padahal aku ingin jadi seorang polisi agar bisa berdiri mengatur lalu lintas. Karena kulihat pakaian seragamnya bagus dan gagah,” desis Roni dalam hatinya.
Tak lama kemudian, bel pulang sekolah berbunyi. Bu Wati meminta kepada seluruh murid agar tugas dikerjakan di rumah dan dikumpulkan besok. Bu Wati akan memberikan penilaian kepada murid yang paling bagus dalam mengarang itu.

Dengan langkah yang tak bersemangat, Roni pulang menuju rumahnya. Setelah mengucapkan salam, ia masuk ke dalam rumah. Usai makan siang, ia menemui ayahnya yang sedang beristirahat di depan sambil menikmati hidangan kopi pahit yang dibuat oleh ibunya.
“Ayah, tadi ibu guru memberikan tugas mengarang tentang apa cita-cita setelah lulus pendidikan. Roni berkeinginan jadi seorang polisi. Agar bisa berdiri tegak di perempatan jalan mengatur lalu lintas karena Roni senang melihatnya. Dengan pakaian seragam yang bagus membuat bapak polisi lalu lintas itu terlihat gagah,” ucap Roni sambil memijit-mijit kaki ayahnya.

Mendengar ucapan putranya itu, ayah Roni tertawa terbahak-bahak.

“Roni, kau ini aneh. Cita-citamu ingin menjadi polisi lalu lintas. Dari mana jalannya bisa kau raih. Untuk biaya sekolahmu saja, ayah dan ibumu tepaksa ngutang ke Pak Muslim. Belum lagi, biaya sekolah adikmu Sri dan Dini. Syukur saja ayah dan ibumu bisa menyekolahkanmu sampai SD. Sedangkan untuk SMP nantinya? Ayah dan ibu belum tahu apakah bisa menyekolahkan kau nantinya. Jadi, jangan pernah berhayal bisa jadi polisi,” kata ayah Roni sambil tersenyum.

“Tapi, Yah. Si Tono yang bapaknya pedagang asongan di perempatan jalan itu mempunyai cita-cita ingin jadi seorang guru. Agar bisa membuat orang pintar dan cerdas. Malahan, si Rini yang bapaknya penjahit itu ingin menjadi seorang dokter. Agar bisa nantinya mengobati orang yang sakit,” ujar Roni panjang lebar.

Untuk kedua kalinya, ayah Roni tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan putranya itu.

“Dengar ya! Itu semua hanya khayalan saja. Dari mana mereka mendapat uang untuk bisa meraih cita-citanya itu? Tak usah kau dengar apa cita-cita mereka. Cukup tugasmu bagaimana menyelesaikan sekolah di SD dengan bagus. Biar nanti, ayah dan ibumu tinggal memikirkan biaya sekolah kedua adikmu itu,” ucap ayah Roni sambil memandang putranya.

Mendengar ucapan ayahnya, Roni langsung masuk ke dalam rumah. Ia menumpahkan semua kesedihannya karena keinginan atau cita-citanya yang bagus itu ternyata tidak mendapat dukungan dari ayahnya. Di dalam kamar, ia menangis tersedu.

“Mengapa ayah tidak memberi dukungan kepadaku…? Apa salah bila aku bercita-cita jadi polisi setelah selesai pendidikan, seorang petugas polisi lalu lintas itu kan mulia, mengatur arus lalu lintas dan manusia ke berbagai tujuan,” desis Roni sambil menangis.

Walaupun begitu, malam harinya Roni tetap mengerjakan tugas dari gurunya. Karena ia tak mau nanti dimarahi gurunya gara-gara tidak mengerjakan tugas. Dengan serius, ia menuliskan keinginannya untuk menjadi seorang polisi walau ayahnya tidak mendukung cita-citanya itu.

Keesokan harinya setelah usai sarapan pagi bersama kedua orangtuanya dan juga adiknya. Roni mengucapkan salam untuk pergi ke sekolah. Ia mencium telapak tangan kedua orangtuanya. Dengan riang gembira, Roni terlihat bersemangat berjalan ke sekolah.

Setelah bel tanda masuk berbunyi, para murid SD Suka Cerdas segera berbaris rapi masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Kedatangan Bu Wati disambut dengan ucapan salam dari seluruh muridnya dan menyuruh semua muridnya untuk kembali duduk.

“Sekarang keluarkan tugas mengarang yang ibu suruh kemarin. Ibu akan memberikan nilai kepada murid yang paling bagus dalam menuangkan cita-citanya,” ujar Bu Wati kepada seluruh murid.

Satu per satu murid mengeluarkan buku yang berisikan tugas mengarang. Dengan hati yangberdebar, setiap murid saling memperhatikan antara yang satu dengan yang lainnya ketika buku tugas itu dikumpulkan. Bu Wati dengan serius melihat isi karangan setiap muridnya. Kemudian, Bu Wati meminta kepada Roni untuk membacakan hasil karangannya di depan kelas. Roni tersedak dari lamunannya ketika Bu Wati memanggil namanya. Kemudian, ia berjalan ke depan dan membacakan hasil karangannya setelah Bu Wati memberikan buku tugas kepadanya.

“Cita-citaku ingin mejadi seorang polisi lalu lintas. Karena aku melihat pakaian seragamnya bagus dan penampilannya gagah serta berwibawa. Ia mengatur lalu lintas sambil meniupkan peluit. Sehingga arus lalu lintas berjalan lancar. Walau cita-citaku ini tidak mendapat dukungan dari orangtua, aku tetap berusaha keras untuk bisa mewujudkan keinginanku ini. Walau keadaan ekonomi keluarga kurang bagus tapi aku tidak mau diam dan berpangku tangan begitu saja. Aku akan tetap rajin belajar dan berusaha dengan sekuat tenaga agar nantinya cita-citaku ini dapat tercapai,” ucap Roni dengan bersemangat.

Setelah selesai membacakan hasil karangannya, Bu Wati tersenyum manis kepada Roni. Kemudian Bu Wati meminta kepada Rini untuk tampil di depan kelas membacakan hasil tugasnya. Begitu selanjutnya hingga semua murid bergiliran tampil di depan kelas. Bu Wati bangga usai mendengar cita-cita muridnya itu. Ada yang ingin jadi polisi, guru, dokter, atlit bahkan ada yang ingin jadi menteri.

“Itu semua adalah cita-cita yang bagus. Untuk itu, kalian harus tetap bersemangat dan rajin belajar. Walau keadaan ekonomi keluarga kurang bagus, jangan membuat kalian patah semangat dan akhirnya impian untuk meraih cita-cita itu kandas di tengah perjalanan. Bukan begitu, Roni? Raih keinginan kalian itu dengan cara belajar dan bekerja keras. Ibu yakin kedua orangtua kalian akan mendukung jika kalian mempunyai prestasi yang bagus. Tak ada orangtua yang tak ingin anaknya menjadi orang yang tak berguna,” ucap Bu Wati dengan panjang lebar memberi semangat.

Ternyata setelah semua tugas diperiksa dengan cermat oleh Bu Wati, Roni memperoleh angka sembilan. Karena hasil karangannya bagus dan menarik. Begitu melihat angka sembilan, Roni tersenyum bangga. Ia tak menyangka kalau hasil karangannya ternyata lebih baik dari teman-temannya.

Hingga akhirnya, ia mempunyai rencana ingin menunjukkan hasil karangannya kepada ayahnya. Agar ayahnya bisa mendukung cita-citanya yang ingin menjadi seorang polisi.

“Apa aku salah bila anak seorang tukang becak ingin menjadi polisi? Tidak! Itu tidak salah. Aku akan berusaha agar cita-citaku itu dapat terwujud nantinya,” desis Roni di dalam hatinya penuh semangat.

OPINI
Menurut saya, semua manusia berhak mempunyai cita-cita agar masa depannya menjadi cerah, tidak mengenal latar belakang apapun.