Kamis, 02 Juni 2011

Manusia & Keindahan

Manusia dan Keindahan
A.   Keindahan

a.      Apakah Keindahan Itu?
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.
            Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
            Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai sebagai kesatuan hubungan yang terdaat antara penceyapan-pencerapan inderawi kita.
Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.

b.      Nilai Estetik
Nilai yang berhubungan  dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengartian keindahan disebut nilai estetik.
Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan atau kebaikan.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

c.       Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk diluar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah.

d.      Apa  Sebab Manusia Menciptakan Keindahan ?
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat.
Berikut ini akan dicoba menguraikan motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.

1.      Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan menghambat nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan.

2.      Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan
kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dan tingkah laku perbuatan manusia bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.

3.      Penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tapi yang paling menentukan
ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.

4.      Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam
semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan.


e.      Keindahan Menurut Pandangan Romantik
Dalam buku An Essay on Man ( 1954 ), Ems Cassier mengatakan bahwa arti
keindahan tidak bisa pernah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats ( 1795-1821 ) sebagai pegangan

B.   Renungan
Renungan berasal dari katarenung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.

a.       Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expressiom of human feeling” ( seni adalah
suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

b.      Teori metafisik
Teori senin yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni
berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan. Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Illahi.
Dalam dunia modern suatu teori seni lainnya yang juga befcorak metafisis dikemukakan
oleh filsuf Arthur Schopenhauer ( 1788-1860 ). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan yang sementara.
c.       Teori psikologis
Teori-teori metafisis dari para dilsuf yang bergerak diatas taraf manusia dengan
konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.

C.   Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan kata dasae rasi yang artinya cocok. Karena itu, dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah pokok tertent yang terdapat pada suatu hal.           

Manusia & Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

A.     Pengertian Cinta Kasih

            Menurut kamus umum  bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadaminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sangat kasih aau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belah kasihan. Maka cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
            Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, hara kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khatirkan kerugiannya,dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-nya dan berjihad sijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada oran-orang fasik.

B. Cinta Menurut Ajaran Agama
            Berbagai bentuk cinta bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.
           
            Cinta diri
                        Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap diri sendiri ialah kecintannya yang sangat terhadap harta, yang dapat direalisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya sedala sarana untuk mencapai keenangan dan kemewahan hiup. (QS, al-Adiyat, 100:8).
                        Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidakla terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutna cinta pada diri sediri diimbangi cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebaikan pada mereka.

            Cinta kepada sesama manusia
                        Al-Qur'an menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri.            
           


            Cinta seksual
                        “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-isri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepada-Nya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sedungguhnya pada ang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)
                        yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan dengan cara yang sah, yaitu dengan pernikahan.

            Cinta kebapakan
                        Cinta kebapakan dalam Al-Qur'an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanglnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tnggelam ditelan ombak :
                        “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata :”Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janhi Enkau itu adalah benar. Dan engkau adalah hakim yang seadil-adilya (QS, Hud, 11:45)
                        Biasanya cnta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.

            Cinta kepada Allah
                        Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun agi maha penyayang” (QS, Ali Imran, 3:31)
                        Cina yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendrong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.

            Cinta kepada rasul
                        Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai rasulullah yang telah menangung derita dakwah Islam.

  1. Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indoneia karangan W.J.S Poerwadaminta adalah perasaan sayang, peraaan cinta atau perasaan suka pada seseorang.
Kasih sayang, dasa komunikasi keluara. Komunikasi antara anak dan orang tua pada prinsipna anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya.
Asrus Sani dalam sajaknya “surat dari Ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayan seoran ibu kepada anaknya.

                        SURAT DARI IBU

                        Pergi ke dunia luas anakku sayang
                        ergi ke hidup bebas
                        selama angin masih angin buritan
                        an matahari pagi menyinari daun daunan
                        dalam rimba dan padang hijau

                        pergi ke dunia lepas anakku sayang
                        pergi ke alam bebas
                        selama hari belum petang
                        dan warna senja belum kemerah-merahan
                        menutup pintu waktu lampau

                        jika bayang telah pudar
                        dan elang laut pulang ke sarang
                        angin bertiup ke benua
                        tiang-tiang akan kering sendiri
                        dan mahkota sudah tahu pedoman
                        boleh engkau datang padaku
                        kembali pulang anakku sayang
                        kembali ke balik malam
                        jika kapal telah rapat ke tepian
                        kita akan bercerita
                        tentang cinta dan hidupmu pagi hari

            Dalam sajaknya, Asrul Sani mengungkapkan betapa tulus dan cinta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasehat dan petuah-etuah agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negeri seberang, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya.

  1. Kemesraan
Yose Ortage y Gasset dalam novelnya “on Love” mengatakan “dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya”.

E. Pemujaan
            Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuannya yang diwujukan dalam bentuk komunikasi ritual.
            Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancuur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perinahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan unuk mengilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya.
Dalam surat Al-Mumin ayat 98 dinyatakan, “Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hiup manusia, karena tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.

F. Belas Kasihan
            Kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan ang diderita orang lain.

G. Cinta Kasih Erotis
            Cinta kasih erotis, apabila ia benar-benar cinta kassh, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwa yang sedalam-dalamnya.

Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN
Pendekatan kesusastraan
IBD yang berasal dari kata Basic Humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus. The humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dsb. Seni termasuk sastra yang memegang peranan penting dalam the humanities, sifatnya tidak normative sehingga nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik caranya maupun penyampaiannya.
Sastra mempunyai peranan penting karena menggunakan bahasa sehingga lebih mudah berkomunikasi. Filsafat yang juga menggunakan bahasa adalah abstraksi tetapi kurang berkomunikasi. Sastra juga didukung oleh cerita karena dengan cerita orang lebih mudah menggunakan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Para senuman dan karyanya juga sangatlah penting karena seniman adalah media penyampai nilai kemanusiaan yang mampu menangkap hal yang lepas dar pengamatan orang lain.
Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
            Narrative fiction, prose fiction, fiction sering direjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imaginasi.
Nilai-nilai dalam prosa fiksi
            Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.      Prosa fiksi memberikan informasi
3.      Prosa fiksi memberikan waarisan cultural
4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, contohnya karya sastra pada jaman Jepang. Selain itu karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya kategori ini tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk merenung.
Ilmu Budaya Dasar menitikberatkan manusia pada segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan. Seorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.

Ilmu budaya yang dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra adalah bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsur dari kebudayaan. Puisi adalah pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Dibalik kata-kata yang padat, ekonomis dan sukar dicerna itu puisi berisi potret kehidupan manusia dan menyuguhkan suasana dan peristiwa kehidupan manusia dan juga kaitan kehidupan kehidupan manusia dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan manusia dan penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistic.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.      Figura bahasa
2.      Kata-kata yang ambiguitas
3.      Kata-kata berjiwa
4.      Kata-kata yang konotatif
5.      Pengulangan
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada mata kuliah IBD.
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.      Puisi dan keinyafan/kesadaran individual
3.      Puisi dan keinsyafan social
Secara imaginative, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa:
• penderitaan atas ketidakadilan
• perjuangan untuk kekuasaan
• konflik dengan sesamanya
• pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Manusia & Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan
A.     Manusia
Ada dua pandangan yang akan dijadikan acuan untuk menjelaskan tetang unsur-unsur yang membangun manusia, yakni :
1.      Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a.       Jasad : Badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan   
            difoto, dan menempati ruang dan waktu
b.      Hayat : Mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c.       Ruh    : Bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual
             dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat
             konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d.      Nafs   : Kesadaran tentang diri sendiri
2.      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a.       Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan tidak nampak. Id merupakan energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran.
b.      Ego, merupakan bagian kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id. Ego diatur oleh prinsip realitas. Ego sadar akan tuntutan lingkungan lua, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yan dapat diterima.
c.       Superego, merupakan struktur kepribadian akhir. Superego merupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri.

B.     Hakekat Manusia

a.       Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan juwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat dalam tubuh, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapay dalam jiwa manusia. Daya rasa dalam diri manusia, ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.  Peranan Inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaam luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
a.       Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
b.      Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
c.       Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
d.      Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
e.       Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok bermasyarakat.
f.        Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama.

c.       Manusia biokultural, yaitu makhluk hayati dan budayawi
Sebagai makhluk hayati, manusia dapat depelajati dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk yang terikat dengan lingkungannya, memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.

C.     Kepribadian Bangsa Timur
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Anthropologist, jilid 73 tahun 1971, halaman 23-24.
Sampai sekarang, ilmu psikologi di negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu.
Hsu mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daeran pedalaman dari alam jiwa individu.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekanan batin.
Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang, atau benda-benda itu bagi dirinya.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak diluar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.

D.     Pengertian Kebudayaan
Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.”
            Seorang antropolog yaitu E.B. Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :


Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
.







Unsur-unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur besar maupun unsur kecil yang merupakan satu kesatuan.
            C.Kluckhohn dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem Religi (Sistem Kepercayaan)
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian

E.     Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Sifatnya abstak dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2.      Kompleks aktivitas :
Bersifat kongkrit, yang terdiri dari aktivitas manusia yang saling berinteraksi.
3.      Wujud sebagai benda :
Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkrit juga bisa disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.

F.      Orientasi Nilai Budaya
Secara universal, ada lima masalah pokok yang menyangkut kehidupan manusia, yaitu :
1.      Hakekat hidup manusia (MH)
2.      Hakekat karya manusia (MK)
3.      Hakekat waktu manusia (WM)
4.      Hakekatt alam manusia (MA)
5.      Hakekat hubungan manusia (MN)

G.    Perubahaan kebudayaan
Tak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerak disebabkan oleh beberapa hal :
1.      Sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.      Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

Pendahuluan Bab 1

Ilmu Budaya Dasar
Pendahuluan

Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidup  sehari-hari.  Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita. Tidak dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia spesial yang  tidak berpandangan luas.
Disini diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan.
Dengan mendapatkan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. Jadi secara singkat, dapat dikatakan bahwa setelah mempelajari mata kuliah ini  mahasiswa diharapkan memperlihatkan minat, kesadaran, kerelaan,  dan keberanian moral.


Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum

Secara khusus mata kuliah ini bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berjiwa pancasila, takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berwawasan luas.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang memberi pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep  yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities.” Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dikatakan bahwa the humannities berkaitan dengan nilai manusia sebagai homo humanus atau menuasia berbudaya. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwailmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.      Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science ) : astronomi, fisika, kimia, bioloi, kedokteran, mekanika.
2.      Ilmu-ilmu sisoal ( social science ) : ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, dsb.
3.      Pengetahuan budaya


Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budaya dasar sebagai salah satu usaha pengembangan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut diri sendiri.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ada 2 pokok masalah yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yakni :
1.      Berbagai aspek kehidupan seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2.      Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Menilik kedua masalah poko yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar diatas, nampak jelas bahwa manusia menempati posisi sentral salam pengkajian. Manusia tidak sebagai subjek tetapi sebagai objek pengkajian.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah:
-          Manusia dan cinta kasih
-          Manusia dan keindahan
-          Manusia dan penderitaan
-          Manusia dan keadilan
-          Manusia dan pandangan hidup
-          Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-          Manusia dan kegelisahan
-          Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.

Rabu, 05 Januari 2011

Hubungan PSSI dengan kekalahan Timnas dan pengaruhnya ke suporter

Hubungan PSSI dengan kekalahan Timnas tentunya sangat besar , karena terlihat dari kegiatan timnas selama mengikuti Tournamnent AFF Suzuki Cup yang cukup padat, meskipun kalo dilihat kegiatan yang diikuti tersebut tidaklah penting , mulai dari jamuan makan malam dirumah salah satu 'orang terkaya di Indonesia' sampai jamuan makan malam oleh menpora sehari sebelum kick off final Leg 1 di Malaysia . Mungkin hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kekalahan Timnas Indonesia.Konsentrasi para pemain menjadi tergganggu sehingga sangat terlihat pada permainan Indonesia pada pertandingan  final leg 1 di Malaysia sangatlah berbeda dibandingkan dengan permainan timnas pada babak penyisihan . Jujur para suporter sangatlah kecewa dengan hasil yang diraih Timnas Indonesia , jika dilihat dengan jerih lelah suporter yang rela mengantri berjam-jam hanya untuk dapat melihat  permainan Firman Utina dkk namun hasilnya tidak memuaskan. Tetapi dibalik itu semua kita harus mengahargai perjuangan para pemain dan seluruh jajaran pelatih dan official timnas yang sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik baik bangsa Indonesia .Dukung terus perjuangan Timnas Indonesia dalam tournament yang akan datang! Garuda di Dadaku! Garuda Kebangganku! :)

Minggu, 14 November 2010

FREE SEX DI KALANGAN REMAJA DAN DAMPAKNYA

Free sex semua orang tau artinya, arti free sex sendiri adalah hubungan intim tidak di ikat oleh suatu pernikahan yang sah. free sex adalah jenis hubungan yang ilegal, dan sangat di larang keras oleh banyak pihak seperti pemerintah, orang tua, dan agama. karena hal ini menyangkut moral. free sex merupakan pola hidup yang dibangun atas dasar keyakinan bahwa manusia berhak menentukan sesuatu bagi dirinya sendiri. bila dua orang suka sama suka mengapa harus ada pihak-pihak lain yang mengatur hubungan mereka dalam suatu ikatan yang disebut pernikahan?! jika pola pikir dan pandangan hidup seperti ini dipegang, pernikahan bukanlah obat tepat untuk menanggulanginya. hal ini telah menjamur sekali di banyak kalangan, tidak heran mengapa semakin banyak orang yang terjangkit AIDS.
Free sex tidak hanya di lakukan oleh sepasang kekasih yang saling jatuh cinta, lalu tidak dapat menahan emosi dan nafsu, dan akhirnya mereka melakukan hubungan intim. free sex juga berbicara masalah hubungan-hubungan lain yang dilarang. free sex terutama di jaman yang "edan" ini, ada yang dilakukan hanya berdasarkan ikatan perjanjian, atau juga komersil. ada yang sekedar "have fun", atau juga sudah menjadi nafkah mereka. free sex tidak hanya di lakukan oleh lawan jenis, tapi juga oleh sesama jenis, yang biasa disebut homo seksual. sebagian besar pakar psikologi menyebutkan, kejadian ini (homo seksual) adalah dampak dari masa lalu mereka yang tidak baik. misalnya, ada anak laki-laki yang sejak kecil di perlakukan seperti perempuan oleh orang tuanya. ada anak perempuan yang trauma dengan laki-laki akibat dari kekerasan sang ayah pada dirinya atau ibinya, dan masih banyak beberapa contoh lainnya.
Free sex juga menjamur di pernikahan, perselingkuhan, yang akhirnya merusak rumah tangga dan menyebabkan perceraian. ini adalah bukti dari kurangnya komitmen mereka dalam suatu pernikahan, juga bukti kalau pernikahan bukanlah resep ajaib yang dapat memadamkan free sex. selama pola pikir dan keterkaitan masih belum ditanggalkan, maka free sex akan terus berlangsung dengan atau tanpa adanya pernikahan. namun, dari semuanya itu, kita sebagai orang yang memiliki moral, juga kaum yang beragama, tidak seharusnya kita melakukan hubungan di luar nikah (free sex). tidaklah menjadi orang yang udik bila kita tidak mengikuti arus dunia yang negatif yang pada akhirnya akan merusak diri kita sendiri. akan ada banyak penyesalan yang terjadi bila kita melakukannya. kenikmatan sesaat hanya akan menyesatkan kita semua. pada akhirnya epedihanlah yang kita terima. rasa malu, minder, tidak berharga, sakit penyakit. sadar sebelum semuanya terlambat.

DAMPAK FREESEX
  • Menyebabkan penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV
  • Membuat orang kecanduan untuk melakukannya lagi
  • Meningkatnya aborsi
  • Menambah Dosa
Dan masih banyak dampak yang ditimbukkan akibat FREESEX.